A
Aku tak tahu apa yang kurasakan
E
Dalam hatiku saat pertama kali
F#m D
Lihat dirimu melihatmu
A
Seluruh tubuhku terpaku dan membisu
E
Detak jantungku berdetak tak menentu
F#m D
Sepertinya aku tak ingin berlalu
chorus:
A
Berikan cintamu juga sayangmu
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A
Ku berikan cintaku juga sayangku
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A
Saat ku tahu kau akan pergi jauh
E
Izinkan aku tuk selalu menatimu
F#m D
Untuk katakan ku ingin dirimu
A
Agar kau tahu betapa ku terlalu
E
Mencintaimu aku akan menunggu
F#m D
Hingga dirimu kembali untukku
chorus:
A
Berikan cintamu juga sayangmu
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A
Ku berikan cintaku juga sayangku
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A E F#m D
A
Tolonglah aku bagaimana diriku
E
Ungkapkan itu rasa yang membelenggu
F#m D
Dalam hatiku ku cinta padamu
chorus:
A
Berikan cintamu juga sayangmu
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A
Ku berikan cintaku juga sayangku
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
A
Berikan cintamu juga sayangmu
E
Percaya padaku ku kan menjagamu
F#m D
Hingga akhir waktu menjemputku
Minggu, 19 Desember 2010
Ungu - Percaya Padaku
Alfi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tak seorangpun meragukan kehebatan sang Proklamator. Kepiawainya dalam berorasi membuat namanya tak hanya dikenal di seantero negeri. Afrika hingga ujung Amerika Selatan mengenalnya dengan baik sebagai seorang tokoh besar yang mempunyai peran kuat di Asia, Afrika bahkan hingga dunia. Dialah tokoh besar dari sebuah negeri baru merdeka tetapi dengan gagah berani mengatakan "Go to Hell with your aids!", terhadap si negeri adidaya, Amerika Serikat. Sayang ..., hingga detik ini tak seorangpun tokoh negeri ini mampu meniru atau mewarisi kehebatan dan keberanian Sang Pahlawan Besar tersebut. Mental kerdil penakut sudah menjadi penyakit kronis yang menggerogoti jiwa anak negeri. Buh ..... sungguh memalukan sebenarnya. Ternyata tak satupun punggawa negeri super kaya dan super besar ini seberani Sukarno untuk barang sekedar mempertahankan harga diri dan martabatnya ... memalukan ... sungguh .... !!!
0 komentar:
Posting Komentar